Sejarah Pantai Parangtritis

Sejarah Pantai Parangtritis – Pantai Parangtritis merupakan salah satu pantai yang paling banyak di kunjungi di Yogyakarta. penyebabnya pantai ini menyimpan potensi keindahan alam, serta ada potensi wisata budayanya juga. Dari segi keindahan alam, kamu bisa menikmati hamparan pasir pantai yang luas dan datar. Mau berlari-lari bersama anak-anak, main bola atau bahkan naik ATV pun bisa kamu lakukan hingga puas. Disamping itu, disebelah timur pantai juga banyak terdapat karang-karang serta tebing menjulang tinggi. Karang serta tebing di bagian timur pantai Parangtritis hal yang demikian banyak dipakai untuk foto foto para pengunjung. Dari segi budaya, kamu pernah dengar kan keberadaan acara labuhan di Yogyakarta? ya ritual budaya labuhan hal yang demikian dijalankan di pantai Parangtritis ini. Pantai Parangtritis juga punya daya tarik mistis. Konon katanya pantai ini terkait erat dengan keberadaan Nyi Roro Kidul. Ratu penguasa pantai selatan. Tertarik berkunjung ke sana? 

A. Sejarah Pantai Parang Tritis
Pantai Parangtritis, yaitu sebuah pantai di pesisir Samudra Hindia yang Berlokasi kira-kira 27 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta.Parangtritis merupakan objek wisata pantai yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Depok, Baron, Kukup, Krakal, dll. sebetulnya di wilayah pesisir selatan Jogja terdapat sekitar 13 obyek wisata pantai yang semuanya mempunyai pesona wisata. Namun entah mengapa Parangtritis yang menempati urutan pertama dalam angka kunjungan wisata, dibanding pantai-pantai lainnya. Mungkin dikarenakan Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung – gunung pasir yang tinngi di sekitar pantai, dimana gunung pasir hal yang demikian biasa disebut gumuk.


Sejarah Pantai Parangtritis
Pantai Parangtritis
Kepercayaan masyarakat setempat tentang legenda Nyi Roro Kidul juga dengan sendirinya melahirkan pesona tersendiri sehingga mampu menyedot jumlah wisatawan lebih besar dibanding pantai-pantai lainnya. Ada kepercayaan unik di Parangtritis. Boleh percaya boleh tak bahwa memakai pakaian berwarna hijau di Parangtritis bisa membawa petaka. berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat warna hijau yaitu warna kesukaan Nyi Roro Kidul, sehingga dikhawatirkan yang memakai baju / kaos hijau akan diseret ombak ke laut karena dikehendaki oleh sang penguasa laut selatan. Adapun kebenarannya, wallahu alam bishawab.

Nama Parangtritis bisa dibilang cukup menarik. Konon, ada seorang pelarian dari Kerajaan Majapahit bernama Dipokusumo yang Mengerjakan semedi di wilayah ini. Ketika sedang bersemedi, ia memandang air yang menetes (tumaritis) dari celah-celah batu karang (parang). Kemudian ia memberi nama daerah hal yang demikian Parangtritis yang berarti air yang menetes dari batu.

Pantai Parangtritis diyakini merupakan perwujudan dari kesatuan trimurti yang terdiri dari Gunung Merapi, Keraton Jogja, dan Pantai Parangtritis itu sendiri. Masyarakat setempat meyakini Pantai Parangtritis merupakan bagian dari daerah kekuasaan Ratu Selatan atau yang diketahui dengan nama Nyai Roro Kidul. berdasarkan mereka, Nyai Roro Kidul menyukai warna hijau, oleh karena itu wisatawan yang berkunjung ke Parangtritis disarankan tak memakai baju berwarna hijau. Selain sarat dengan kisah misteri Nyai Roro Kidul, Pantai Parangtritis juga dikisahkan sebagai tempat bertemunya Panembahan Senopati dengan Sunan Kalijaga sesaat setelah Panembahan Senopati selesai menjalani pertapaan. Selain terkenal sebagai tempat rekreasi, Parangtritis juga merupakan tempat keramat. Banyak pengunjung yang datang untuk bermeditasi. Pantai ini merupakan salah satu tempat untuk Mengerjakan upacara Labuhan dari Keraton Jogjakarta.

B. Keistimewaan Pantai Parang Tritis
Parangtritis yaitu sebuah pantai yang landai dan mempesona dikombinasikan dengan bukit berbatu, bukit pasir, dengan pasir berwarna hitam. Pantai Parangtritis yang cantik mempunyai banyak fenomena yang menarik, bagus pemandangan alamnya ataupun kisah supranaturalnya. Ombak Parangtritis senantiasa membawa kayu dan bambu menuju darat yang mungkin berasal dari pantai lain di dekatnya. Beberapa kayu diambil dan dibawa oleh penduduk setempat untuk kemudian digunakan di rumah mereka sendiri. Pantai Parangtritis juga merupakan sebuah wilayah wisata yang sempurna untuk menikmati matahari tenggelam (sunset) yang sungguh-sungguh romantis.


Keistimewaan Pantai Parang Tritis
Keistimewaan Pantai Parang Tritis
Komplek yang termasuk wilayah wisata Pantai Parangtritis meliputi: Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, Pantai Depok, Dataran Tinggi Gembirowati, Petilasan Parangkusumo, Pemandian Parangwedang, Makam Syeh Maulana Magribi, Makam Syeh Bela Belu, Makam Ki Ageng Selohening, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Depok, dan Gumuk Pasir (barchan). Di Parangkusumo terdapat kolam permandian air panas (belerang) yang diyakini bisa menyembuhkan berjenis-jenis penyakit dalam. Kolam ini diketemukan dan dipelihara oleh Sultan Hamengku Buwono VII. Adanya komplek kerajinan kerang, hotel bertaraf Internasional (Queen of South), serta penyewaan paralayang, dokar wisata, kuda, dan motor ATV (All-terrain Vechile), juga para penjual jagung bakar dan jajanan-jajanan tradisional lainnya di Parangtritis ikut menyemarakkan pariwisata di wilayah ini.

Dipantai Parangtritis juga bisa sedikit naik ke bukit kecil yang berada di sisi utara Pantai Parangtritis. Di sana banyak tersedia warung-warung kecil yang menawarkan pemandangan pantai yang menakjubkan dari atas bukit. Sambil menikmati sebutir kelapa muda dan jajanan ringan khas, Juga bisa merasakan angin pantai yang kencang berhembus sambil menyaksikan pemandangan sepanjang garis Pantai Parangtritis yang terlihat segala dari atas bukit hal yang demikian. apabila menginginkan medan yang lebih menantang dan bisa juga mengungjungi Bukit Parangndog, yang Berlokasi di sebelah timur Pantai Parangtritis, pada perbatasan antara Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul. Di Bukit Parangndog ini, terdapat sebuah tempat yang dikhususkan untuk olahraga paralayang dan gantole. Untuk mencapai wilayah hal yang demikian medannya cukup berat dan menantang, namun sesampainya di atas, segala akan terbayar lunas dengan pemandangan samudera luas tanpa batas dan tak terhalang apapun, cocok sebagai tempat untuk menanti matahari tenggelam. Selain itu, Disana juga akan disambut oleh warung sederhana dengan sapaan Ibu penunggunya yang ramah. Di situ juga merupakan tempat parkir motor dan mobil. Dengan berjalan kaki naik ke atas diantara bebatuan kapur, Anda akan mencapai tempat yang digunakan untuk take off gantole.

C. Lokasi dan fasilitas Pantai Parang Tritis
wilayah wisata Pantai Parangtritis Berlokasi di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Jogjakarta, sekitar 27 km sebelah selatan Kota Jogjakarta dengan jalan yang relatif datar sehingga sungguh-sungguh mudah dicapai. Dari arah Kota Yogyakarta terdapat dua jalur yang bisa dilalui untuk mencapai wilayah ini. Jalur yang pertama yaitu jalur lurus Jogjakarta – Jalan Parangtritis – Kretek – Parangtritis. Jalur ini merupakan jalur utama yang biasa digunakan wisatawan ataupun masyarakat luas pada umumnya. Jalur yang kedua yaitu jalur Jogjakarta – Imogiri – Siluk – Parangtritis. Jalur ini memang lebih jauh namun menjanjikan panorama alam yang juga jauh lebih indah dan menakjubkan. Sepanjang perjalanan naik turun bukit hal yang demikian (jangan khawatir karena jalannya sudah lebar dan beraspal halus) mata akan dimanjakan dengan areal persawahan yang luas menghijau, sungai yang mengalir indah, serta deretan bukit karst. Dari atas bukit, kita akan bisa menyaksikan pemandangan pohon-pohon yang menghijau dari bukit-bukit di bawahnya. Udara dijamin sungguh-sungguh sejuk dan segar, terlebih apabila Anda pergi pada waktu pagi hari atau sore hari. Selain itu Anda juga akan melewati lokasi Makam Raja-Raja Imogiri.

Fasilitas di wilayah wisata ini sudah cukup lengkap. Di sekitar pantai, terdapat banyak sekali hotel dan penginapan dengan berjenis-jenis range harga, termasuk hotel dan penginapan yang Berlokasi di atas bukit yang menawarkan pemandangan pantai yang sungguh-sungguh indah. Di sekitar wilayah pantai, Anda juga bisa menemukan berjenis-jenis macam toko souvenir dan oleh-oleh khas Jogjakarta (Bantul), toko-toko kelontong, dan warung-warung makan. Khusus mengenai makanan, sebaiknya Kita tak melewatkan wisata kuliner di Pantai Depok yang menyediakan ikan dan makanan laut segar lainnya, langsung dibeli dan dimasak di tempat, dengan pilihan bumbu masakan yang sungguh-sungguh lezat. Kita bisa membeli berjenis-jenis Ragam ikan, udang, cumi-cumi, atau kepiting di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Depok dan menyewa jasa masak (yang sekaligus menyediakan tempat makan lesehan, nasi, sambal, lalapan, dan berjenis-jenis Ragam minuman termasuk kelapa muda segar) di warung-warung yang berjejer di sepanjang Pantai Depok. Menyantap seafood segar dan fresh from the kitchen ditemani sebutir kelapa muda sambil menyaksikan pemandangan laut sungguh merupakan pengalaman tak terlupakan. Dan jangan khawatir soal harga, karena harga seafood segar dan mantap di Pantai Depok ini relatif murah dan terjangkau. Di Pantai Depok juga terdapat pasar tradisional yang menjual berjenis-jenis macam jajanan khas pantai, seperti ikan goreng, undur-undur goreng, peyek ikan , dan sebagainya. Tersedia juga di sini rujak (buah-buahan segar dengan bumbu manis pedas) dengan harga yang sungguh-sungguh terjangkau.

wilayah wisata Pantai Parangtritis juga menyediakan lahan parkir yang luas dan penyewaan kamar mandi. Meski di bibir pantai Anda bisa menyewa dokar (kereta kuda), motor ATV, kuda, ataupun paralayang yang sungguh-sungguh menantang adrenalin. Berfoto-foto di wilayah gumuk pasir membuat Anda seolah-olah sedang berfoto-foto di gurun pasir di Afrika, tak heran tempat ini sering digunakan untuk foto-foto prewedding. Disarankan Anda tak berenang terlalu ke dalam, karena ombak Pantai Parangtritis cukup berbahaya. 

Tiket masuk wilayah wisata Pantai Parangtritis (meliputi seluruh kompleks) yaitu Rp. 3000, – per orang ditambah biaya asuransi sebesar Rp. 250, – per orang. Meski retribusi untuk sepeda motor yaitu Rp. 500, -, mobil Rp. 1000, -, dan bus pariwisata Rp. 2000, -. Untuk menyewa kuda atau dokar, Anda bisa membayar Rp. 20.000, – untuk satu kali putaran bolak balik, dan untuk menyewa mobil ATV tarifnya yaitu sekitar Rp. 50.000, – hingga Rp. 100.000, – per setengah jam.

D. Sunset di Parang Tritis
Ketika matahari sudah condong ke barat dan cuaca cerah, tibalah saatnya untuk bersenang-senang. Meskipun pengunjung dilarang berenang, Pantai Parangtritis tak kekurangan sarana untuk having fun. Di pinggir pantai ada persewaan ATV (All-terrain Vechile), tarifnya sekitar Rp. 50.000 – 100.000 per setengah jam. Masukkan persneling-nya lalu lepas kopling sambil menarik gas. Brrrrooom, motor segala medan beroda 4 ini akan melesat membawa Anda melintasi gundukan pasir pantai.

Sunset di Parang Tritis
Sunset di Parang Tritis

ATV mungkin hanya cocok untuk mereka yang berjiwa petualang. Pilihan lain yaitu bendi. Menyusuri permukaan pasir yang mulus disapu ombak dengan kereta kuda beroda 2 ini tak kalah menyenangkan. Bendi akan membawa kita ke ujung timur Pantai Parangtritis tempat gugusan karang begitu indah sehingga sering dijadikan spotpemotretan foto pre-wedding. Senja yang remang-remang dan bayangan matahari berwarna keemasan di permukaan air semakin membangkitkan suasana romantis.

Pantai Parangtritis juga menawarkan kegembiraan bagi mereka yang berwisata bersama keluarga. Bermain layang-layang bersama si kecil juga tak kalah menyenangkan. Angin laut yang kencang sungguh-sungguh membantu membuat layang-layang terbang tinggi, bahkan bila Anda belum pernah bermain layang-layang sekalipun.

E. Keunikan Pantai Parangtritis
Pada tanggal 5 bulan 5 dalam penanggalan Cina anda bisa memandang prosesi Upacara “Peh Cun” di Parangtritis. Peh Cun berasal dari kata Peh = (Dayung) dan Cun =(Perahu), merupakan wujud syukur masyarakat Thionghoa kepada Tuhan. Perayaan ini untuk mengenang Khut Guan (Qi Yuan), seorang patriot dan sekaligus menteri pada masa kerajaan yang diketahui loyalitasnya pada raja hingga difitnah oleh rekannya dan memilih bunuh diri.

Perayaan Peh Cun sungguh-sungguh unik karena tak diisi dengan atraksi mendayung perahu berhias naga seperti di tempat lain. melainkan dengan atraksi telur berdiri. Atraksi ini dimulai pukul 11.00-12.00, pada tengah hari, berdasarkan kepercayaan, telur bisa berdiri tegak tanpa di sangga. Namun begitu memasuki pukul 13.00, telur akan terjatuh dengan sendirinya dan tak bisa didirikan lagi.

F. Misteri Pantai Parangtritis
Parangtritis yaitu sebuah tempat pariwisata berupa pantai pesisir Samudra Hindia yang Berlokasi kurang lebih 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di yogyakarta, mempunyai keunikan pemandangan ombak yang besar dan adanya gunung – gunung pasir di sekitar pantai. Parangtritis merupakan pantai yang landai, dengan bukit berbatu, pesisir dan berpasir putih serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai. Di wilayah ini wisatawan bisa berkeliling pantai menggunakan bendi dan kuda yang disewakan dan dikemudikan oleh penduduk setempat. Selain terkenal sebagai tempat rekreasi, parangtritis juga merupakan tempat keramat. Banyak pengunjung yang datang untuk bermeditasi. Pantai ini merupakan salah satu tempat untuk Mengerjakan upacara Labuhan dari Kraton Yogyakarta. Menjelang sore kita bisa menikmati suasana matahari terbenam (sunset) dan pada malam menjelang, kedai-kedai bambu para penjaja makanan disekitar pantai mulai berjualan. Kita bisa menikmati hangatnya wedang jahe dan jagung bakar dikeheningan malam pantai parangtritis. Kepercayaan masyarakat setempat tentang legenda Nyi Roro Kidul juga dengan sendirinya melahirkan pesona tersendiri. Hampir tiap-tiap malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon, para pengunjung ataupun nelayan setempat Mengerjakan upacara ritual di pantai hal yang demikian. Acara ritual diwarnai pelarungan sesajen dan kembang warna-warni ke laut. Puncak acara ritual biasanya terjadi pada malam 1 Suro, diamna para nelayan meminta keselamatan dan kemurahan rezeki dari penguasa bumi dan langit

Penamaan Parangtritis mempunyai sebuah cerita sejarah tersendiri. Konon, seseorang bernama Dipokusumo yang merupakan pelarian dari Kerajaan Majapahit datang ke daerah ini beratus-ratus tahun lalu untuk Mengerjakan semedi. Ketika memandang tetesan-tetesan air yang mengalir dari celah batu karang, ia pun menamai daerah ini menjadi parangtritis, dari kata parang (=batu) dan tumaritis (=tetesan air). Sehingga, pantai hal yang demikian diberi nama dengan sebutan Parangtritis. Pantai Parangtritis merupakan pantai yang penuh mitos, diyakini merupakan perwujudan dari kesatuan trimurti yang terdiri dari Gunung Merapi, Kraton Yogyakarta dan Parangtritis. Pantai ini juga diyakini sebagai tempat bertemunya Panembahan Senopati dengan Sunan Kalijaga sesaat setelah selesai menjalani pertapaan. Dalam pertemuan itu, Senopati diingatkan agar tetap rendah hati sebagai penguasa meskipun mempunyai kesaktian. Labuhan yang merupakan kebiasaan tahunan Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat digelar dalam waktu setahun sekali. Surakso yang juga merupakan juru kunci atau sesepuh di wilayah Parangtritis mengatakan, labuhan merupakan kebiasaan yang digelar tiap tahun dan delapan tahunan (sewindu) dalam penanggalan Jawa. Labuhan delapan tahunan digelar dengan melabuh sejumlah pakaian milik Sri Sultan Hamengku Buwono, berupa jarik dan kemben yang ditaruh di atas empat ancak (tempat sesaji terbuat dari bambu ukuran satu meter persegi). 

Sejarah Lainnya:

Sejarah sayang helang, asal usul pantai jayanti, asal usul pantai sayang heulang, sejarah pantai jayanti, sejarah indramayu dulu pantai, sejarah asal usul santolo garut, makalah sejarah pantai santolo, https://sejarahidn com/search/sejarah pantai zakat bengkulu, asal usul sejarah jayanti, silsilah ranca